TEMPO Interaktif, Kupang - Dominggus Kada, dalam keadaan mabuk, membunuh adik sepupunya Sonny usai pesta minuman keras di pelelangan ikan Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/4). Polisi masih mendalami kasusnya.
Menurut Dominggus, peristiwanya bermula saat dia bersama teman-temannya dan korban pesta minuman keras di tempat pelelangan ikan. Tak jelas penyebabnya, pemuda 25 tahun itu mau memukul teman Dominggus. "Ia saya pukul karena hendak memukul teman saya," ujar Domingus.
Pukulan Dominggus tepat mengenai wajah Sony mengakibatkan korban yang dalam keadaan mabuk terjatuh dan kepalanya terbentur keras di lantai sehingga korban pingsan dan muntah-muntah.
Korban tewas sebelum mendapatkan pertolongan medis, karena kadar alkohol dalam tubuhnya terlalu tinggi. Jasadnya korban kemudian diotopsi atas permintaan keluarga, guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Usai melakukan otopsi, dokter Polisi Irman enggan menjelaskan secara rinci penyebab korban tewas, karena bukan kewenangannya. Namun ia menjelaskan terdapat pendarahan dari hidung dan mulut. "Saya tidak punya hak untuk memberikan keterangan, namun ada pendarahaan di hidung dan mulut korban," katanya.
Polisi masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Untuk mempertanggungjawabkan kematian korban, kini Dominggus meringkuk tahanan Mapolsekta Kelapa Lima Kupang.
YOHANES SEO
Senin, 05 April 2010
Minggu, 04 April 2010
Warga Eks Timor Timur Disarankan Cari Suaka ke Amerika

TEMPO Interaktif, Kupang - Ketua Persatuan Warga Negara Indoensia (WNI) eks pengungsi Timor Timur, Fransisco Soares Pereira, menyarankan agar warga eks Timor Timur mencari suaka politik ke Amerika.
"Jika ingin mencari suaka politik, sebaiknya ke negara maju, seperti Amerika, Jepang atau Inggris, bukan ke negara miskin, seperti Portugal," kata Fransisco yang dihubungi di Atambua, Belu, Senin (5/4).
Walaupun menyarankan untuk mencari suaka ke negara maju, namun ia tidak setuju dengan keinginan sejumlah warga eks Timtim yang ingin mencari suaka politik, karena keinginan untuk memperoleh suaka politik dari Portugal sangat tidak beralasan.
Menurutnya, keinginan suaka politik tersebut hanyalah bentuk kekecewaan dari sebagian warga eks Timtim. "Mereka yang ingin mencari suaka politik adalah mereka yang merasa kecewa, karena kehidupannya saat ini tidak lebih baik daripada ketika mereka masih di Timtim," katanya.
Dia menambahkan, keinginan suaka politik tersebut merupakan dampak dari adanya perbedaaan/konflik internal warga eks Timtim yang dilimpahkan kepada negara. "Ada perbedaan pendapat di antara sesama warga eks Timtim yang merasa tidak diperhatikan pemerintah, kemudian meminta suaka politik," katanya.
Karena itu, ia mengharapkan adanya konsolidasi antara sesama warga eks Timtim di Indonesia yang berjumlah sekitar 150 ribu orang, sehingga apa yang menjadi keinginan dapat diperjuangkan bersama. "Untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik perlu konsolidasi bersama, termasuk jika ada keinginan untuk suaka politik," katanya.
Sebelumnya, ratusan warga eks Timtim yang masih bermukim di Desa Tuapukan, Kabupaten Kupang, mengaku akan meminta suaka ke Portugal, karena kurang mendapat perhatian dari pemerintah, seperti pemberian bantuan rumah dan dana pemberdayaan ekonomi.
"Kami berharap permintaan suaka ini dikabulkan oleh pemerintah Indonesia," kata Wakil Pengungsi, Antonio Fretes.
YOHANES SEO
RSUD Kupang Gusur Pedagang
TEMPO Interaktif, Kupang - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Johanes Kupang berencana menggusur pedagang kaki lima (PKL) untuk membangun ruang bersalin dan ruang bayi di lokasi itu.
"Kami akan kembangkan rumah sakit ini, sehingga PKL yang ada di sekitarnya harus direlokasi ke tempat lainnya," kata Wakil Direktur RSUD Johanes Kupang, dokter Hariani In Rantau di Kupang, Ahad (4/4).
Menurut dia, areal yang selama ini digunakan untuk parkir tepat di depan rumah sakit akan dibangun ruang bersalin dan ruang bayi, sehingga areal parkir akan dipindahkan ke areal yang selama ini ditempati PKL. "Kami sudah sampaikan ke PKL untuk membongkar sendiri lapak mereka," katanya.
Penggusuran PKL ini, lanjutnya, harus dilakukan tahun ini, karena sudah diprogramkan oleh manajemen rumah sakit. "PKL yang digusur akan direlokasi ke belakang rumah sakit ini," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD NTT, Jimi Sianto yang memantau rencana penggusuran PKL tersebut meminta manajemen rumah sakit untuk menunda penggusuran ini hingga PKL mendapatkan tempat layak. "Sebelum ada tempat yang layak bagi PKL, kami minta agar penggusuran ini dipending dulu," katanya.
Lokasi yang disiapkan manajemen rumah sakit di belakang rumah sakit akan mematikan usaha para PKL, sehingga harus dicari alternatif lokasi lainnya.
Walaupun minta penggusuran ditunda, namun ia mendukung rencana rumah sakit untuk membangun ruang bersalin dan bayi di depan rumah sakit itu. "Kami dukung pembangunan itu, tapi jangan korbankan PKL. Harus ada tempat yang layak bagi mereka untuk berdagang," katanya.
Pantuan wartawan di RSUD Johanes Kupang, PKL mulai membongkar sendiri lapak mereka. "Kami terima keputusan manajemen rumah sakit, namun jangan kami dirugikan," kata seorang PKL, Mengi Kota.
Selama ini, menurut dia, PKL setiap bulan membayar iuran sebesar Rp100 ribu ke koperasi rumah sakit ini. "Kami minta direlokasi ke tempat yang layak," katanya.
YOHANES SEO
"Kami akan kembangkan rumah sakit ini, sehingga PKL yang ada di sekitarnya harus direlokasi ke tempat lainnya," kata Wakil Direktur RSUD Johanes Kupang, dokter Hariani In Rantau di Kupang, Ahad (4/4).
Menurut dia, areal yang selama ini digunakan untuk parkir tepat di depan rumah sakit akan dibangun ruang bersalin dan ruang bayi, sehingga areal parkir akan dipindahkan ke areal yang selama ini ditempati PKL. "Kami sudah sampaikan ke PKL untuk membongkar sendiri lapak mereka," katanya.
Penggusuran PKL ini, lanjutnya, harus dilakukan tahun ini, karena sudah diprogramkan oleh manajemen rumah sakit. "PKL yang digusur akan direlokasi ke belakang rumah sakit ini," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD NTT, Jimi Sianto yang memantau rencana penggusuran PKL tersebut meminta manajemen rumah sakit untuk menunda penggusuran ini hingga PKL mendapatkan tempat layak. "Sebelum ada tempat yang layak bagi PKL, kami minta agar penggusuran ini dipending dulu," katanya.
Lokasi yang disiapkan manajemen rumah sakit di belakang rumah sakit akan mematikan usaha para PKL, sehingga harus dicari alternatif lokasi lainnya.
Walaupun minta penggusuran ditunda, namun ia mendukung rencana rumah sakit untuk membangun ruang bersalin dan bayi di depan rumah sakit itu. "Kami dukung pembangunan itu, tapi jangan korbankan PKL. Harus ada tempat yang layak bagi mereka untuk berdagang," katanya.
Pantuan wartawan di RSUD Johanes Kupang, PKL mulai membongkar sendiri lapak mereka. "Kami terima keputusan manajemen rumah sakit, namun jangan kami dirugikan," kata seorang PKL, Mengi Kota.
Selama ini, menurut dia, PKL setiap bulan membayar iuran sebesar Rp100 ribu ke koperasi rumah sakit ini. "Kami minta direlokasi ke tempat yang layak," katanya.
YOHANES SEO
Sabtu, 03 April 2010
Ribuan Peziarah Mulai Tinggalkan Larantuka

TEMPO Interaktif, Kupang - Ribuan peziarah dari seluruh daerah di Indonesia dan manca negara mulai meninggalkan Kota Larantuka, setelah mengikuti prosesi Samana Santa yang telah memasuki abad kelima.
Peziarah yang telah meninggalkan Larantuka diantaranya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang melanjutkan perjalanan meninjau Pulau Batek, perbatasan antara Indonesia-Timor Leste dan lintas batas di Motaain, Kabupaten Belu.
Sejak pagi tadi, transportasi udara dan laut di Larantuka mulai ramai didatangi para peziarah yang akan kembali ke daerah asal mereka, seperti Kupang, Jakarta, Medan, Makasar, dan lainnya.
Seorang peziarah, Agustina Lamak yang dihubungi dari Kupang, Sabtu (3/4) mengatakan, ia bersama rombongan dari Kupang, hari ini sudah bertolak menggunakan kapal Fery milik pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur, Ile Boleng. "Saya sudah berada di atas kapal, tinggal menunggu keberangkatan kapal ke Kupang," katanya.
Ia mengatakan, ribuan umat yang mengikuti prosesi Samana Santa di Kupang, mulai berangsur-angsur meninggalkan kota Renga Rosari itu. Ada yang menggunakan jalur darat ke kabupaten lainnya di daratan Flores, dan sebagian lagi menuju ke Maumere, Sikka menggunakan pesawat.
"Rombongan Menteri dan Gubernur, sudah sejak pagi tadi meninggalkan Larantuka," katanya.
Kapal berkapasitas 600 penumpang ini, lanjutnya, akan meninggalkan Kota Larantuka sekitar pukul 17.00 WITA dan tiba di Kupang sekitar pukul 03.00 dini hari.
Ribuan peziarah ini, pada Jumat Agung kemarin mengikuti prosesi Laut dan Darat Samana Santa guna mengenang kematian Kristus. Prosesi tersebut sudah digelar oleh masyarakat Larantuka sejak zaman Portugis lalu, dan tahun ini memasuki masa lima abad.
YOHANES SEO
Kurang Daya, Peralatan Rumah Sakit TNI AD Kupang Tak Berfungsi

TEMPO Interaktif, Kupang - Istri Menteri Pertahanan RI, Lies Purnomo, dalam kunjungan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (3/4), menyempatkan diri meninjau Rumah Sakit TNI Angkatan Darat Wirasakti Kupang, dan menemukan alat medis yang tak berfungsi karena kekurangan daya.
Alat yang ditemukan mubazir, yakni rontgen yang tidak bisa digunakan karena terbatasnya daya listrik untuk mengoperasikan alat tersebut. Selain itu, alat penghancur bekas jarum suntik, kapas dan lainnya rusak.
Di ruang operasi, Lies Purnomo juga menemukan lampu tempat operasi sebanyak enam buah menggunakan lampu mobil, karena rusak dan belum diganti. "Kita modifikasi lampu mobil yang digunakan di ruang operasi, kata Kepala Rumah Sakit Wirasakti Kupang, Mayor dr Rusli.
Menurut dia, alat medis yang tidak bisa digunakan, seperti rontgen, karena daya listrik di rumah sakit ini hanya sebesar 33 kva, sedangkan untuk mengoperasikan rontgen butuh daya 30 kva. Karena itu, ia berharap adanya bantuan genset dari Kementerian Pertahanan.
Sedangkan, alat penghancur jarum suntik sudah rusak sehingga tidak bisa dimanfaatkan lagi. Untuk itu agar tidak mencemari lingkungan, maka jarum suntik, kapas dan lainnya dikubur oleh pihak rumah sakit. "Dari pada kita buang ke tempat pembuangan akhir (TPA), maka kita timbun saja," katanya.
Lies Purnomo pada kesempatan itu mengatakan akan menyampaikan temuan dan kebutuhan di rumah sakit ini ke Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, untuk mendapat perhatian. "Saya akan sampaikan ke Bapak tentang kondisi rumah sakit ini," katanya.
Setelah meninjau rumah sakit, rombongan Lies Purnomo melanjutkan perjalanan meninjau Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, kerajinan tenun ikat Ina Ndao, dan industri alat musik sasando.
YOHANES SEO
Jumat, 02 April 2010
Ribuan Penjiarah Padati Kota Larantuka
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ribuan penjiarah dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara, hari ini mulai memadati Lasrantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur, untuk mengikuti perayaan lima abad Samana Santa yang dirayakan umat Katolik saat perayaan Paskah.
"Kami ke Larantuka untuk mengikuti prosesi Samana Santa guna menyampaikan ujud dan permohonan kepada Tuhan," kata Paul Lejan, seorang penjiara yang dihubungi dari Kupang, hari ini.
Menurut Paul, ribuan warga Indonesia dan mancanegara telah berada di Larantuka untuk mengikuti prosesi Samana Santa yang digelar pada Jumat Agung, 2 April 2010.
Ritual keagamaan umat Katolik Samana Santa sudah menjadi tradisi yang diwariskan sejak zaman Portugis di Kota Larantuka. Bahkan, tahun ini ritual tersebut telah memasuki lima abad. Samana Santa digelar untuk mengenang kisah sengsara Yesus yang rela mengorbankan nyawanya untuk menebus dosa umat manusia.
Bahkan, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebarangan (ASDP) Kupang mengerahkan seluruh armadanya untuk mengangkut penumpang yang akan mengikuti prosesi Samana Santa di Larantuka.
Manager Operasional PT ASDP Kupang, Arnol Yansen mengatakan, pihaknya menyiagakan sebanyak enam kapal Fery untuk melayani warga NTT dan sekitarnya yang ingin mengikuti perayaan Samana Santa di Larantuka.
"Enam armada kami siap untuk melayani para penjiarah yang akan mengikuti perayaan paskah di Larantuka," kata Arnol. Menurut dia, biasanya jadwal kapal Fery yang diberangkatkan ke Larantuka, hanyahari Selasa dan Minggu. Tapi untuk mengantisipasi membludaknya penumpang ke Larantuka, maka seluruh armada disiagakan. "Kami harap pelayaran ke Larantuka berjalan lancar dan aman," katanya.
Informasi yang diterima Tempo, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro juga dijadwalkan akan tiba di kota Larantuka besok (2/4) untuk mengikuti perayaan Samana Santa. Selain itu, Perdana Menteri Portugal, Carlos Manuel Leiyau Frota telah berada di Larantuka untuk mengikuti perayaan Samana Santa tersebut.
YOHANES SEO
"Kami ke Larantuka untuk mengikuti prosesi Samana Santa guna menyampaikan ujud dan permohonan kepada Tuhan," kata Paul Lejan, seorang penjiara yang dihubungi dari Kupang, hari ini.
Menurut Paul, ribuan warga Indonesia dan mancanegara telah berada di Larantuka untuk mengikuti prosesi Samana Santa yang digelar pada Jumat Agung, 2 April 2010.
Ritual keagamaan umat Katolik Samana Santa sudah menjadi tradisi yang diwariskan sejak zaman Portugis di Kota Larantuka. Bahkan, tahun ini ritual tersebut telah memasuki lima abad. Samana Santa digelar untuk mengenang kisah sengsara Yesus yang rela mengorbankan nyawanya untuk menebus dosa umat manusia.
Bahkan, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebarangan (ASDP) Kupang mengerahkan seluruh armadanya untuk mengangkut penumpang yang akan mengikuti prosesi Samana Santa di Larantuka.
Manager Operasional PT ASDP Kupang, Arnol Yansen mengatakan, pihaknya menyiagakan sebanyak enam kapal Fery untuk melayani warga NTT dan sekitarnya yang ingin mengikuti perayaan Samana Santa di Larantuka.
"Enam armada kami siap untuk melayani para penjiarah yang akan mengikuti perayaan paskah di Larantuka," kata Arnol. Menurut dia, biasanya jadwal kapal Fery yang diberangkatkan ke Larantuka, hanyahari Selasa dan Minggu. Tapi untuk mengantisipasi membludaknya penumpang ke Larantuka, maka seluruh armada disiagakan. "Kami harap pelayaran ke Larantuka berjalan lancar dan aman," katanya.
Informasi yang diterima Tempo, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro juga dijadwalkan akan tiba di kota Larantuka besok (2/4) untuk mengikuti perayaan Samana Santa. Selain itu, Perdana Menteri Portugal, Carlos Manuel Leiyau Frota telah berada di Larantuka untuk mengikuti perayaan Samana Santa tersebut.
YOHANES SEO
Ribuan Peziarah Ikut Prosesi Laut di Larantuka

TEMPO Interaktif, Kupang - Sedikitnya 10 ribu umat Katolik dari seluruh Indonesia dan mancanegara siang ini mengikuti prosesi laut di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Prosesi sudah berusia 500 tahun sejak masa penjajahan Portugis yang digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan Paskah.
Ikut dalam upacara prosesi laut itu adalah Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Perdana Menteri Portugal Carlos Manuel Leiyau Frota serta Gubernur NTT Frans Lebu Raya. "Siang ini, tepatnya pukul 12.00 Wita, digelar prosesi laut untuk mengantar Tuan Ma (Maria, Bunda Yesus) dan Tuan Ana (Yesus Kristus)," kata Fin Diaz, warga lokal yang dihubungi dari Kupang, Jumat (2/4).
Upacara prosesi Jumat Agung di Kota Larantuka berpusat di dua tempat, Kapela Lohayong atau Kapela Tuan Ma dan Kapela Pohon Sirih atau Kapela Tuan Ana. Keduanya berada di Jalan Yos Sudarso, membujur dari selatan ke utara menuju pusat kota Larantuka.
Di kedua kapela ini dilakukan upacara "Muda Tuan" di mana pengurus kapela membuka pintu. Prosesi Tuan Ma dan Tuan Ana akan dilakukan dua kali, melalui laut pada siang ini, dan darat pada sekitar Pukul 19.00 Wita setelah dilaksanakan misa Jumat Agung di Gereja Katedral. "Kedua patung tersebut akan diarak keliling Kota Larantuka, sebelum dihantar kembali ke kapela masing-masing," kata Fin.
Dibandinkan tahun sebelumnya, prosesi hari ini diyakini akan memakan waktu lebih lama karena jumlah peziarah lebih banyak.
YOHANES SEO
Langganan:
Postingan (Atom)
