Selasa, 30 Maret 2010

Kantor Dewan di NTT Habiskan Dana Rp 12,5 Miliar

TEMPO Interaktif, Kupang -Pemerintah pusat menyiapkan dana sebesar Rp12,5 miliar untuk membangun kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diperuntukan bagi empat anggota DPD asal Nusa Tenggara Timur. "Sesuai aturan semua anggota senator berkantor di masing-masing ibukota provinsi. Sedangkan di Jakarta hanya mengikuti rapat atau sidang sesuai agenda," kata Anggota DPD RI, Paul Liyanto di Kupang, Selasa (30/3).

Dalam pemaparannya ke Wakil Gubenur NTT, Esthon Foenay, Paul Liyanto mengatakan, total luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan kantor senator tersebut seluas 1.500 meter persegi. Untuk gedung seluas 1.300 meter persegi.

"Gedung tersebut dirancang empat lantai dengan kualitas gedung tipe A. Gedung ini dilengkapi dengan lift yang menghubungkan satu lantai dengan lantai lainnya," katanya.

Dia menjelaskan, lantai satu gedung itu akan digunakan sebagai ruang sekretaris dan ruang penunjang. Lantai dua merupakan tempat empat orang senator berkantor, ditambah masing-masing sekretaris.

Lantai tiga terdapat ruang tamu dan ruang rapat yang berkapasitas kurang lebih 100-200 orang. Sedangkan lantai empat merupakan perpustakaan yang menyiapkan berbagai literatur terutama berkaitan dengan keberadaan senator.

Pembangunan kantor tersebut sangat bergantung pada kesiapan lahan oleh pemerintah daerah. "Jika sudah ada, harus dibuat berita acara penyerahan disertai penandatanganan nota kesepahaman. Syaratnya, harus berada di lingkungan perkantoran," katanya.

Ia menargetkan pembangunan gedung senator tersebut berhakhir 2011 mendatang. "Kita targetkan gedung tersebut rampung 2011," katanya.

Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay mengatakan, pada prinsipnya pemerintah provinsi mendukung pembangunan kantor senator asal NTT di ibukota provinsi.

Pembangunan kantor ini, menurut wagub, dapat memberi nilai investasi baru bagi daerah ini. Diharapkan, bahan bangunan untuk kegiatan pembangunan kantor itu tidak didatangkan dari luar NTT. "Ini berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja," katanya.

Pemerintah NTT menyiapkan lahan di Jalan Polisi Militer tepat berada di samping Kantor KPU NTT dan Badan Bimas Ketahanan Pangan (B2KP) NTT serta lokasi lainnya terletak di Jalan Palapa, Kota Kupang.

YOHANES SEO

Senin, 29 Maret 2010

Sekitar 74 Ribu Siswa SMP Nusa Tenggara Timur Ikut Ujian Nasional


TEMPO Interaktif, Kupang - Sebanyak 74.182 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 1.009 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti ujian nasional (UN) yang digelar sejak Senin (29/3) hingga Kamis (1/4).

"Semua SMP sudah siap menggelar ujian nasional. Bahkan, siswanya juga sudah dipersiapkan secara baik," kata Ketua Panitia Ujian Nasional NTT, I Nyoman Mertayasa, di Kupang, Senin (29/3).

Menurut dia, semua naskah ujian nasional SMP juga sudah didistribusikan ke semua sekolah dengan pengawalan dari aparat keamanan. Selain itu, ujian nasional SMP ini akan diawasi Tim Pemantau Independen (TPI) dari perguruan tinggi. "Tidak ada masalah lagi soal naskah UN, karena semuanya telah didistribusikan ke sekolah oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota," kata dia.

Dia menambahkan pelaksanaan ujian nasional hari pertama akan dimulai dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, selanjutnya Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Ia berharap ujian nasional SMP berjalan aman dan lancar, seperti ujian nasional SMA dan SMK. Karena itu, ia meminta dukungan semua pihak agar ujian nasional SMP ini juga berjalan baik, sehingga memperoleh hasil yang memuaskan. "Kami berharap adanya dukungan semua pihak agar ujian nasional SMP dapat berjalan lancar, seperti ujian nasional SMA dan SMK," kata dia.

YOHANES SEO

Sebanyak 91 Ribu Warga Nusa Tenggara Timur Terancam Kelaparan


TEMPO Interaktif, Kupang - Sebanyak 91 ribu penduduk di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), terancam kelaparan setelah daerah itu mengalami rawan pangan akibat gagal panen.

"Sabu Raijua sudah dipastikan mengalami rawan pangan tahun ini, akibat gagal panen," kata Penjabat Bupati Sabu Raijua, Tobias Uly, di Kupang, Senin (29/3).

Menurut dia, rawan pangan yang dialami masyarakat Sabu Raijua ini disebakan curah hujan yang sangat sedikit. Hujan di Kabupaten itu pada bulan ini hanya empat kali, sehingga hampir seluruh tanaman masyarakat gagal.

Akibatnya, kondisi di masyarakat di kabupaten tersebut sudah sangat memprihatinkan, karena tanaman milik masyarakat, seperti jagung, kacang hijau, dan kacang tanah gagal panen.

Kejadian ini merata hampir di enam kecamatan di kabupaten tersebut. "Tanaman yang berhasil (panen) tidak mencapai 10 hektare. Itu pun hasilnya sangat minim," kata dia.

Karena itu, Tobias mengimbau masyarakat di Sabu untuk menghemat pangan dengan tidak menggelar pesta dan acara-acara adat. "Saya himbau agar acara adat ditunda hingga tahun depan baru digelar," kata dia.

Selain itu, hasil gula air yang dipakai masyarakat untuk bertahan hidup diharapkan tidak seluruhnya dijual ke luar pulau Sabu, tetapi disimpan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sabu. "Biasanya gula Sabu dijual ke Pulau Sumba, namun saya minta dibatasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat disini," kata dia.

Untuk mengatasi masalah rawan pangan ini, tambah Tobias, pemerintah daerah akan menyalurkan beras miskin (Raskin) sebanyak 200 ton kepada masyarakat miskin di daerah itu. "Raskin mulai kita salurkan pada awal April 2010 ini," katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah meminta bantuan beras pemerintah sebanyak 100 ton ke pemerintah provinsi serta dua ton beras bantuan dari dinas sosial. "Beras bantuan itu akan disalurkan, setelah penyaluran beras raskin," kata dia.

YOHANES SEO

Krisis Pangan, Ratusan Keluarga di NTT Makan Pakan Ternak

TEMPO Interaktif, Kupang - Ratusan kepala keluarga di Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebulan terakhir ini mulai mengkonsumsi putak (pakan ternak) karena mengalami rawan pangan akibat gagal panen.

Putak merupakan bahan makanan dari pohon lontar yang biasanya digunakan masyarakat sebagai pakan ternak. Akibat kekurangan pangan, masyarakat terpaksa makan makanan tersebut. Bagian tengah batang lontar yang biasa digunakan sebagai pakan ternak ini dijemur hingga kering lalu ditumbuk dan disaring, sebelum dimasak untuk dikonsumsi.

"Kita manfaatkan batang lontar sebagai jagung dan beras untuk bertahan hidup," kata warga Amanuban Selatan, Dominggus Oematan, di Kupang, Selasa (30/2).

Menurut dia, sekitar 500 dari 8.000 kepala keluarga di kecamatan itu yang mengkonsumsi putak, karena mengalami rawan pangan akibat gagal panen.

Dia mengatakan ribuan hektare tanaman jagung milik petani di kecamatan ini mati, karena kekeringan. Hal itu disebabkan tidak turunnya hujan, sehingga tanaman jagung milik masyarakat yang sedang berbunga tak sempat berbuah dan petani pun gagal panen.

Minimnya curah hujan pun mengakibatkan ribuan hektare sawah tak bisa digarap petani, karena kurangnnya ketersediaan air. "Kita tidak menggarap sawah dan lahan pertanian lainnya, karena tidak ada air yang mengairinya," kata dia.

Sementara itu, Staf Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Jemi Benu, mengatakan masyarakat di kecamatan mengkonsumsi putak sejak sebulan lalu. "Kita sudah mengajukan permohonan ke pemerintah daerah, namun hingga saat ini tidak ditanggapi," kata dia.

YOHANES SEO

Pembentukan Kabupaten Malaka Terhambat Moratorium

TEMPO Interaktif, Kupang - Wakil Bupati Belu, Ludovikus Taolin mengatakan, pembentukan Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terhambat moratorium (Penghentian sementara) pemekaran wilayah di Indonesia oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). "Semua kelengkapan adminitrasi dan fisik sudah lengkap, hanya menunggu pencabutan moratorium dari Mendagri," kata Ludovikus Taolin yang di hubungi di Atambua, Belu, hari ini.

Menurut dia, Pemerintah provinsi bersama DPRD NTT telah mengusulkan pemekaran Kabupaten Malaka dengan Belu ke pemerintah pusat, sejak Desember 2009 lalu. "Semua (persyaratan) sudah lengkap, sekarang tinggal berjuang bersama-sama agar Malaka segera terbentuk" kata Taolin.

Taolin berharap pembentukan Kabupaten Malaka proses pemekaran atau pembentukan Kabupaten Malaka selesai pada 2011 mendatang. Pada 2010, NTT mengusulkan pemekaran tiga kabupaten, yakni Kabupaten dengan Malaka, Flores Timur dan Adonara serta Maumere ditingkatkan statusnya menjadi Kota.

Taolin menilai, tersendatnya proses pembentukan Kabupaten Malaka, karena keluarnya peraturan Mendagri yang menghentikan sementara pemekaran daerah untuk memonitoring dan mengevaluasi kabupaten yang telah dimekarkan dalam tiga tahun terakhir.

YOHANES SEO

Chris John Masih Bungkam soal Siapa Lawan Berikutnya


TEMPO Interaktif,Kupang:Juara gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John mengatakan, dirinya belum mengetahui siapa lawan yang akan dihadapinya pada perebutan gelar berikutnya.

"Saya belum diberitahukan oleh pelatih dan manager, siapa lawan saya," kata Chris John ketika berkunjung ke Kupang, NTT untuk pembuatan iklan salah satu produsen minuman ringan terkenal, Minggu (28/3).

Chris John dikabarkan akan bertarung melawan petinju asal Argentina yang digelar di Bali, 22 Mei 2010. Ada dua nama yang siap menjadi lawan Chris John yakni Jonathan Victor Barros dan Fernando Saucedo.

Ia mengaku siap menghadapi siapa pun lawan yang ditentukan oleh promotor dan manajer, karena saat ini ia juga sedang fokus berlatih di Australia. "Saya sudah berlatih selama 1,5 bulan di Australia, setelah ini saya harus kembali untuk lanjutkan latihan saya di sana," katanya.

Tentang kegiatan pembuatan iklan, Chris mengaku tidak mengganggu program latihannya. "Menurut pelatih, kondisi saya cukup baik, sehingga saya diberikan kesempatan untuk beristirahat beberapa hari. Istirahat itu saya sempatkan untuk pembuatan iklan," katanya.

Banyak pihak menilai pukulan-pukulan Chris John sudah tidak mematikan seperti dulu yang sering menjatuhkan lawannya. "Tidak mudah untuk Meng-KO lawan. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan, jangan sampai jadi bumerang bagi saya," katanya.

Promotor tinju Chris John, Zaenal Thayeb mengatakan, dirinya mendapat kabar dari Manajemen Chris John bahwa lawan pada pertarungan mendatang adalah petinju Argentina. Kemungkinan lawan Chris John adalah Fernando Saucedo.

YOHANES SEO

PT Pupuk Kaltim Batasi Distribusi Pupuk


TEMPO Interaktif, Kupang - Distribusi pupuk bersubsidi ke kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai dibatasi oleh PT Pupuk Kaltim guna mengantisipasi terjadinya penimbunan sebelum adanya kenaikan harga pupuk subsidi pada April 2010.

"Kita batasi dulu pendistribusian pupuk ke kabupaten/kota sebelum harga pupuk dinaikan," kata Kepala PT Pupuk Kaltim NTT, Tumpal Pangabean di Kupang, Sabtu (27/3).

Pada 2010 ini, NTT mendapat kuota pupuk subsidi dari pemerintah pusat sebanyak 33 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan petani di 21 kabupaten/kota.

Pembatasan ini, menurut dia, untuk menjaga agar tidak terjadi penimbunan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan saat pemerintah menaikan harga pupuk subsidi. "Kita antisipasi agar tidak ada oknum yang mencari keuntungan dengan kenaikan harga pupuk," katanya.

Selain itu, tambahnya, pihaknya juga mengantisipasi terjadinya penyeludupan pupuk subsidi ke Timor Leste, jika pendistribusiannya berlebihan. "Kita distribusi pupuk sesuai permintaan dari kabupaten, karena takut ada yang diseludupkan secara illegal ke Timor Leste," katanya.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Belu untuk mengawasi pendistribusian pupuk di daerahnya masing-masing agar tidak ada yang diseludupkan ke Timor Leste. "Pendistribusian pupuk ke tiga kabupaten ini sudah dibatasi sejak Bulan Februari lalu untuk menghindari peneyeludupan itu," katanya.

Pendistribusian pupuk Bulan Februari ke Kabupaten Belu hanya sebanyak 326 ton, Timor Tengah Utara 177 ton dan Timor Tengah Selatan sebanyak 32 ton.

Sedangkan, total keseluruhan pupuk subsidi yang telah didistribusikan ke 21 kabupaten/kota di NTT sebanyak 8.643 ton dengan perincian, Januari 2.430 ton, Februari 3.415 ton dan Maret 2.798 ton.

YOHANES SEO